Kunci Pembuka Pengembangan Bawang Putih di Indonesia...
Cita-cita swasembada bawang putih nasional, tidak hanya dapat dicapai melalui upaya intensifikasi dengan intervensi teknologi. Kebijakan ekstensifikasi juga harus dilakukan untuk meningkatkan produksi. Mendukung hal itu, BRMP telah memiliki peta kesesuaian lahan bawang putih yang dihasilkan oleh BRMP Sumber Daya Lahan Pertanian. Namun, perubahan iklim yang cukup ekstrim menyebabkan peta kesesuaian lahan saja belum mencukupi. Peta kesesuaian lahan perlu dilengkapi dengan indikator klimatotologi seperti suhu udara, lama penyinaran matahari (fotoperiodisme), curah hujan, kelembapan, kecepatan angin, dll sebagai faktor penentu keberhasilan produksi bawang putih.
Menyadari pentingnya informasi tersebut, Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Hortikultura menggandeng BMKG untuk melakukan sinkronisasi peta kesesuaian lahan tersebut pada Selasa, 11 Agustus 2026, di Bogor. Kepala Pusat, Dr. Inti Pertiwi Nashwari, S.P., M.Si., mengharapkan peta yang akan disinkronkan dapat menyajikan data yang komprehensif sebagai barometer pengambil kebijakan menentukan lokasi-lokasi pengembangan bawang putih secara akurat.
Tim Bidang Informasi Iklim Terapan BMKG yang diketuai oleh Siswanto, Ph.D., menyatakan bahwa data-data yang dihasilkan oleh BMKG akan selalu disesuaikan dengan kebutuhan pengguna termasuk Kementerian Pertanian.
BMKG mendukung penuh untuk mewujudkan pertanian yang produktif, adaptif, dan mitigatif. Koordinator kegiatan sinkronisasi peta kesesuaian lahan dan iklim untuk bawang putih, Dr. Erna Suryani, menegaskan bahwa peta ini juga akan bermanfaat bagi petani dengan merekomendasikan kapan waktu penanaman yang paling untuk menghindari berbagai risiko produksi yang merugikan petani.